Ada kali, entah dalam atau dangkal. Kami tidak bisa mengukurnya sebab kami tidak punya cukup dana untuk menyewa ataupun membeli alat pengukurnya. Menurut salah seorang warga yang pernah menceburkan dirinya ke dalam kali tersebut, kali itu dangkal sebab sampah-sampah yang dikoleksi warga sekitar menimbulkan pendangkalan tersebut.
Dengan berurai air mata ia menceritakan. Jadi, kami tidak bisa mengira-ngira seberapa dalam kali itu. Ibuku mengatakan, "Kalau kamu sudah jadi sarjana, keruk dan ukurlah kali itu agar tak tambah anak-anak tenggelam karena mengira-ngira". Aku mengangguk lugu.
Dalam hatiku "Apakah aku akan menjadi sarjana?", saat mengatakan itu aku baru duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan bagaimana menjadi sarjanapun, aku bingung. Tapi senang, karena cita-cita sederhana ibuku adalah bagaimana orang lain tidak terjerumus dan tenggelam karena prasangka mereka dan mengira-ngira kedalaman kali yang sering dianggap remeh sebab bertumpuk sampah.
I love you Ibu
Dengan berurai air mata ia menceritakan. Jadi, kami tidak bisa mengira-ngira seberapa dalam kali itu. Ibuku mengatakan, "Kalau kamu sudah jadi sarjana, keruk dan ukurlah kali itu agar tak tambah anak-anak tenggelam karena mengira-ngira". Aku mengangguk lugu.
Dalam hatiku "Apakah aku akan menjadi sarjana?", saat mengatakan itu aku baru duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan bagaimana menjadi sarjanapun, aku bingung. Tapi senang, karena cita-cita sederhana ibuku adalah bagaimana orang lain tidak terjerumus dan tenggelam karena prasangka mereka dan mengira-ngira kedalaman kali yang sering dianggap remeh sebab bertumpuk sampah.
I love you Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar