Senin, 28 November 2011

Masjid dan Taman Bacaan Anak



gambar www.guardian.co.uk
Berawal dari pengalaman penulis yang merasa miris dengan keadaan masjid-masjid di kota metropolitan seperti Jakarta. Menurutnya, banyak masjid dibangun di Jakarta namun tidak digunakan secara maksimal. Bahkan pada waktu shalat, jemaah yang datang sangatlah sedikit hingga tersisa satu hingga tiga shaf saja. “Kalau di kampungku orang shalat maghrib cuma lima orang itu wajar, umat Islamnya cuma segelintir. Tapi kalau di Jakarta, wah aku tidak menyangka. Aku tak melihat anak-anak dan remaja shalat di sini”, ujar teman penulis sewaktu sedang bersiap-siap mengerjakan shalat maghrib di salah satu masjid di Jakarta. Dari sini, penulis sadar kalau masjid-masjid di Jakarta memang sepi kegiatan, entah memang tidak ada yang mau atau malah menggunakan kata sibuk sebagai alasan.

Sedangkan di rumah penulis sendiri setiap hari Sabtu dan Minggu, banyak anak-anak yang datang untuk membaca. Ia membuka semacam perpustakaan kecil-kecilan. Dan dari situ pula sang penulis menyadari bahwa jika anak kecil sudah membaca buku kesukaannya, mereka dapat melupakan jadwal menonton serial kartun kesukaan mereka.

Sang penulis berfikir, alangkah indahnya mengirimkan suasana seperti di perpustakaan kecil di rumahnya yang tenang dan edukatif ke masjid-masjid. Seperti dikutip dari perkataan seorang pustakawan Inggris yang mengatakan, “Ada dua tempat di Inggris dimana seseorang harus tenang dan khusuk, yaitu tempat ibadah dan perpustakaan”. Sebegitu tingginya kedudukan perpustakaan sehingga dapat disandingkan dengan tempat ibadah.

Nah, dari cerita dan keinginan penulis yang mulia ini, kita sebagai pemuda penerus bangsa dan agama harusna terinspirasi. Dengan memanfaatkan waktu yang kita punya untuk melakukan kegiatan yang amat berguna, baik untuk bangsa maupun agama. Sebab dalam konteks para remaja saat ini, tempat ibadah hanyalah untu shalat tanpa memahami kalau banyak ibadah yang dapat dilakukan di masjid selain shalat seperti membaca. Alangkah indahnya jika penerus agama yang sangat mulia ini dapat menyadari dan paham bahwa membaca adalah suatu keutamaan dalam Islam untuk masa depan. Bahkan kata pertama yang diajarkan Jibril pada Baginda Nabi SAW adalah “iqra” yang berarti membaca yang juga menjadi pilihan kata pertama Allah SWT untuk manusia. Bayangkan apabila setengah saja dari 700 ribu masjid di Indonesia (sesuai dengan data DEPAG) mempunyai perpustakaan yang memungkinkan para muslim dan muslimah melakukan kegiatan “gerakan taman bacaan anak-anak?”, subhanallah, mungkin akan lahir dari “rahim-rahim” masjid tersebut generasi yang memiliki tradisi membaca dan cinta masjid. Baca yuk!!


sumber: Majalah Sabili, penulis: Usaha D Tarigan (Pustakawan di Jakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar