Minggu, 26 Januari 2014

Pandang, Dengar dan Rasakan

March 12, 2009 at 10:27am

Diam…

Sssst..
jangan ucapkan kata
penambah duka
Tutup
tutup mata yang terbuka
jangan pandang
jangan coba

Buka
buka pintu-pintu
yang tertutup rapat
deriknya kan buat tersentak, menyalak
Rasakan dulu apa yang kami rasa
buanglah dulu amarah dan simpan dulu cacian untuk kami
karena....
pandanganmu tanpa merasakan keberadaan kami
hanya rasa jijik yang kan kau
lontarkan kesini.

Jadi,
pandang, dengarkan kami dengan hati
rasakan kami dari sudut lain dunia
kau kan tau dengan sendirinya
bahwa kami tetap manusia

Alunan lagu dan untaian kata yg sering kau dengar
di perempatan jalan, bis kota atau kau kan mendengarkannya kala bersantap siang
itulah kami, lagu kami, syair kami
silahkan acuhkan atau biarkan
tapi jangan berikan kami untaian kata
yang hanya cocok diterima batu tak bernyawa, walau tak menyangkal kami sering menerimanya

Pandang, dengarkan kami dengan hati
rasakan kami, keberadaan kami
karena kami yang tinggal disini, hanya punya langit dan bumi
berharap ada cinta sejati yang mau merengkuh kami
Merasakan kami dengan hati
bagian dunia ini
kau kan tau dengan sendirinya
bahwa kami manusia

“dedicated for street children”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar