Jakarta, 25 Januari 2009
Saya mungkin tidak begitu pandai merangkai kata, namun tak ada salahnya saya mencoba untuk mengungkapkan/ mengekspresikan semuanya lewat lembaran-lembaran kertas layaknya abad pertengahan. Entah konteks atau pandangan seperti apa yang saya pakai dari abad penuh peristiwa itu, namun paksaan teman yang terus menerus membuahkan lembaran yang sedang anda baca sekarang.
Ini surat pertama yang saya buat, jadi mungkin sedikit bingung mencari topik pembicaraan, yang saya tau banyak peristiwa besar terjadi/terungkap melalui lembaran-lembaran kertas yang dibubuhi tinta hingga ia berbicara. Masih ingat dengan Kartini? Sudah pasti anda ingat.
Sekarang mungkin sudah jaman digital dan menurut anda surat menyurat merupakan hal yang membosankan kendati masih digunakan pada acara-acara formal. Namun perlu anda ketahui banyak kekuatan-kekuatan tercipta dari rangkaian tulisan kata-kata dan banyak hal yang dapat diungkapkan lewat surat lebih daripada sms. Karena itulah surat kabar masih bertahan dan tidak ketinggalan penggemar.
Perasaan lega saat menuliskan semua, serta perasaan berdebar saat menunggu jawaban surat yang memakan waktu adalah sensasi yang mampu ditimbulkan surat lebih dari email atau sms.
Jadi sudikah anda membantu saya untuk merasakan sensasi tersebut? Dengan kesediaan penuh tentunya, sebab saya tidak mau membuat anda tertekan dengan surat-surat saya.
Setidaknya saya tau kabar anda lewat kata-kata yang lebih banyak. Andapun dapat berbasa-basi tanpa takut kehabisan pulsa.
Saya menunggu balasan surat dari anda guna merasakan sensasi carik-carik kertas bertinta yang berbicara.
Salam,
Saya.
Saya mungkin tidak begitu pandai merangkai kata, namun tak ada salahnya saya mencoba untuk mengungkapkan/ mengekspresikan semuanya lewat lembaran-lembaran kertas layaknya abad pertengahan. Entah konteks atau pandangan seperti apa yang saya pakai dari abad penuh peristiwa itu, namun paksaan teman yang terus menerus membuahkan lembaran yang sedang anda baca sekarang.
Ini surat pertama yang saya buat, jadi mungkin sedikit bingung mencari topik pembicaraan, yang saya tau banyak peristiwa besar terjadi/terungkap melalui lembaran-lembaran kertas yang dibubuhi tinta hingga ia berbicara. Masih ingat dengan Kartini? Sudah pasti anda ingat.
Sekarang mungkin sudah jaman digital dan menurut anda surat menyurat merupakan hal yang membosankan kendati masih digunakan pada acara-acara formal. Namun perlu anda ketahui banyak kekuatan-kekuatan tercipta dari rangkaian tulisan kata-kata dan banyak hal yang dapat diungkapkan lewat surat lebih daripada sms. Karena itulah surat kabar masih bertahan dan tidak ketinggalan penggemar.
Perasaan lega saat menuliskan semua, serta perasaan berdebar saat menunggu jawaban surat yang memakan waktu adalah sensasi yang mampu ditimbulkan surat lebih dari email atau sms.
Jadi sudikah anda membantu saya untuk merasakan sensasi tersebut? Dengan kesediaan penuh tentunya, sebab saya tidak mau membuat anda tertekan dengan surat-surat saya.
Setidaknya saya tau kabar anda lewat kata-kata yang lebih banyak. Andapun dapat berbasa-basi tanpa takut kehabisan pulsa.
Saya menunggu balasan surat dari anda guna merasakan sensasi carik-carik kertas bertinta yang berbicara.
Salam,
Saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar