Sabtu, 28 Desember 2013

Tak Berpakaian

Akhir-akhir ini ia kerap menemukan dirinya telanjang tanpa sehelai kainpun menutupi bagian-bagian intim dari tubuhnya. Dia telanjang. Ya, telanjang.

Suara di dalam, tak dihirau badan. Ia tetap telanjang.

Bahkan angin yang begitu kencang, menyapa dengan dingin. Seraya membawa antu angin bersamanya. Gigil, menggigil. Namun ia tetap telanjang.

Ke-taksingkron-an antara suara di dalam dan badan, membuat pusing dan uring isi otak. Pembuluh darah bergejolak, menyembul di tiap pusat-pusatnya. Membentuk garis merah nyaris biru. Semua mengalir tak tentu. Darah. Tetapi ia tetap telanjang.

Sementara diam masih menunggu.

Helai kain hangat yang bersedia mendamaikan antara suara di dalam, isi otak, dan tubuhnya yang telanjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar