Jumat, 27 Desember 2013

Ke-taksengaja-an yg disengaja

Aku bertemu dengannya tanpa sengaja. Bukan berpapasan, atau salah tegur yang berujung pada sebuah nama. Bukan. Tapi, percayakah kalian bahwasanya mulut ini tanpa sengaja menyebut namanya? Bahkan tanpa pikir panjang.
Tak lapuk nama itu justru menjadi sekuat kayu ulin.

Ya, selama kaki ini berpijak pada sebuah menara tinggi dan dingin tak lagi ia bergumul dengan bahasa dan pergolakan makna dibaliknya. Dan setelah ke-taksengaja-an itu terjadi, entah mengapa ada yang memanggil lagi. Memanggil jemari untuk menari di atas keyboard laptopku. Membuka file word yang kosong dan mengisinya dengan Arial Narrow yang kusuka. Hingga huruf-huruf acak menjelma menjadi rangkaian kata. Seakan melakukan pemanasan, beragam isi kepala tercurah. Layaknya anak SMA yang kembali menemukan gairah berhitung aritmatika ditengah bingar pergaulan remaja.

Dengan begitu ku aktifkan lagi blog ku. Melakukan penjajakan ulang dan pelan-pelan bercengkrama dengan bahasa mesin yang telah disederhanakan penyelenggara. Ini seakan memutar roda waktu. Kembali ke masa dulu. Masa di mana keceriaan bukanlah sekedar popcorn dan hangout, tapi menulis hal-hal seru yang terlintas di benak. Hingga malam ini aku pun mengetik lagi. Lama sekali tak bersua sosok inspiratif yang mampu menggerakan jemari ini untuk berolahraga. Serta rasa ini untuk kembali berolah jiwa.

Untuk itu terima kasih aku haturkan untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar