Kamis, 22 Maret 2012

Literasi Media: Internet Sehat untuk Pelajar

gambar: www.agussiswoyo.com
Pada era perkembangan teknologi informasi saat ini, mungkin setiap orang telah mendengar kata “komputer”. Perangkat ini begitu terkenal hingga setiap orang akrab dengan namanya, walaupun belum pernah mengoperasikan atau bahkan belum pernah melihatnya. Ditemukannya komputer memang membuka keran kemudahan bagi setiap pembelajar. Aktivitas tulis menulis menjadi makin efisien bahkan efektif. Waktu yang diperlukan menjadi relative singkat dan mampu memberikan hasil yang lebih rapih dan nyaman dilihat. Komputer menjadi alat ketik yang identik dengan modernisasi dan kemajuan teknologi. Impian manusia terhadap suatu teknologi yang dapat menampilkan banyak hal melalui satu layar pernah diungkapkan dalam film Star Trek. Kini, hal tersebut bukan lagi sekedar mimpi, terlebih perkembangan teknologi sekarang ini yang membuat komputer makin canggih.

Dilain pihak, manusia bukan lagi terpaku pada perangkat komputer tetapi apa yang muncul dari layar komputer. Internet, menjadi salah satu perkembangan yang dihasilkan seiring berkembangnya fungsi komputer. Internet dapat dikatakan sebagai jaringan komputer yang saling terhubung. Dalam melakukan aktivitas komunikasi melalui internet, manusia memanfaatkan jaringan-jaringan yang saling terhubung antara satu komputer/perangkat dengan komputer/perangkat lainnya. Internet seperti halnya teknologi lain yang pada dasarnya netral. Jika beberapa pihak menyatakan internet merusak, khususnya pendidikan atau moral anak-anak, maka pihak lain menyatakan tidak. Seperti dikatakan bahwa teknologi pada dasarnya netral. Hal ini karena internet bukanlah manusia yang dapat bergerak tanpa digerakkan oleh pengguna (user). Jika kerap terjadi kasus berkaitan dengan internet yang tidak menyenangkan, perlu ditelaah ulang apakan internet yang bermasalah, atau kesiapan manusia itu sendiri yang kurang. Literasi media menjadi penting di sini, mengingat teknologi kini telah berlari.

Literasi media dapat dikatakan sebagai pemahaman individu terhadap media dan penggunaannya. Dengan pemahaman mengenai penggunaan suatu media, manusia dapat menggunakannya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Tujuan-tujuan yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain, sebenarnya dapat dilakukan dengan teknologi terbaru ini. Dengan demikian, kasus-kasus terkait internet terjadi karena perilaku manusia itu sendiri terhadap internet serta tingkat literasi media yang rendah. Para ahli media dan akademisi hingga kini masih melakukan pengkajian tentang internet yang disebut dengan kajian media baru. Media baru dengan banyak hal yang ditawarkan, membuat pola komunikasi manusia dan aktivitas produksi – konsumsi informasi berubah. Manusia tidak hanya berposisi sebagai konsumen konten media tetapi juga produsennya. Sedemikian berpengaruhnya manusia terhadap informasi-informasi dalam internet, seharusnya lebih mendorong untuk banyak berkarya, terutama bagi para pelajar. Sebelum lebih jauh melihat apa saja yang dapat dilakukan dengan internet yang bermanfaat bagi pembelajaran, kita uraikan secara singkat asal mula kemunculannya.


Sejarah Internet 
Internet pertama kali dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969. Pembentukannya terjadi melalui proyek ARPA yang disebut dengan ARPANET (Advance Research Project Agency Network). Proyek ini mendemonstrasikan cara berkomunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Komunikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan hardware dan software komputer berbasis UNIX. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Pada awalnya, proyek tersebut dilakukan untuk keperluan militer Amerika. Departemen Pertahanan Amerika Serikat membuat sistem jaringan komputer dengan menghubungkan komputer pada daerah-daerah penting. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya pemusatan informasi. Informasi yang terpusat diyakini akan mudah dihancurkan musuh pada masa perang.

Pada awal kemunculannya, ARPANET hanya menghubungkan empat situs yakni Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara dan University of Utah. Situs-situs tersebut membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, sedangkan ARPANET diperkenalkan secara umum pada bulan Oktober 1972. Kemudian tidak berselang lama, proyek ini berkembang pesar di seluruh daerah dan semua universitas ingin bergabung. Hal inilah yang membuat ARPANET dipecah menjadi dua, karena ARPANET kesulitan mengatur pihak-pihak yang ingin bergabung. Dua pecahan ARPANET adalah MILNET yang digunakan untuk keperluan militer dan ARPANET baru dengan kapasitas lebih kecil yang digunakan untuk keperluan non-militer seperti universitas. Sedangkan gabungan dari kedua jaringan itu dikenal dengan nama DARPA Internet yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Di Indonesia sendiri, sejarah internet dimulai pada awal tahun ’90-an. Internet pada saat itu lebih dikenal sebagai suatu paguyuban network. Dasar dari penamaan tersebut adalah semangat kerjasama, kekeluargaan dan gotong royong. Penggunanya saat itu benar-benar memanfaatkan internet sebagai sarana berinteraksi. Sebetulnya terdapat pengguna awal internet di Indonesia. Pengguna tersebut memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses informasi melalui internet. Protokol Internet (IP) pertama di Indonesia didaftarkan oleh Universitas Indonesai pada 24 Juni 1988. Terdapat beberapa nama yang berpengaruh dalam keberadaan internet di Indonesia selama rentang tahun 1992 hingga 1994. Nama-nama tersebut antara lain; RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto dan Onno W. Purbo. Masing-masing telah memberikan kontribusi terhadap keberadaan dan sejarah internet di Indonesia. Tulisan-tulisan yang membuktikan keberadaan internet saat itu dapat ditemukan pada artikel media cetak seperti KOMPAS dengan judul “Jaringan Komputer Biaya Murah Menggunakan Radio” (Nopember 1990). Selain itu juga dimuat dalam beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989.

            Semenjak dibaginya internet menjadi dua kategori, kita dapat melihat bahwa internet dikembangkan oleh dua kelompok masyarakat, yakni kelompok militer dan pembelajar. Kelompok pembelajar yang diwakili akademisi yang tersebar di universitas-universitas, melihat potensi edukatif pada penggunaan internet. Hal ini membuktikan bahwa selain kepentingan negara, internet juga menjadi kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian kita harus bisa mengembalikan penggunaan internet untuk proses pembelajaran bagi para siswa dan pemuda. [Dari berbagai sumber]
Internet dan Literasi Media
Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa internet merupakan teknologi yang pada dasarnya netral. Manusialah yang kemudian sebagai user atau pengguna yang mengarahkan teknologi tersebut dan menggunakannya untuk apa. Dengan demikian pendidikan media dan pemahaman penggunaannya menjadi suatu hal yang penting bagi semua orang, terutama para siswa yang kerap menggunakan internet untuk mencari beragam informasi seputar pelajaran yang mereka minati. Disebutkan juga di awal, pemahaman seseorang terhadap media dan penggunaannya disebut dengan literasi media. Literasi media disebut-sebut sebagai senjata yang mampu mengurangi efek buruk penggunaan media, terutama oleh anak dan remaja. Oleh karena itu literasi media untuk anak sangat penting diajarkan oleh orang tua ataupun guru-guru mereka.

Literasi media atau juga dikenal dengan sebutan melek media merupakan suatu istilah yang digunakan sebagai jawaban dari maraknya pandangan masyarakat mengenai pengaruh dan dampak yang muncul dari konten media. Dampak-dampak yang dibicarakan adalah dampat negatif dan cenderung tidak diaharapkan terjadi. Oleh karena dampak media yang yang telah meresahkah, maka setiap orang dirasa perlu untuk diberikan kemampuan, pengetahuan, kesadaran dan keterampilan dalam memahami media. Pemahaman tidak hanya berbasis pada konten media, tetapi media itu sendiri sebagai suatu teknologi. Beberapa ahli telah memaparkan definisi literasi media (dalam Chang, Sup, 2001 : 424), diantaranya:
1.   Kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan pesan (National leadership Confrence on Media literacy, 1992)
2.       Pengetahuan tentang bagaimana fungsi media di masyarakat (Paul Messaris,1990)
3.      Pemahaman kebudayaan, ekonomi, politik dan keterbatasan teknologi dalam suatu kreasi, produksi dan transmisi pesan.
4.  Pengetahuan khusus, kesadaran dan rasionalitas sebagai proses kognitif dalam memperoleh informasi
5.      Fokus utama mengevaluasi secara kritis tentang pesan dan cara meng-komunikasikannya. Kemudian memahami sumber dan teknologi komunikasi, simbol yang digunakan, pesan yang diproduksi, diseleksi, diinterpretasi dan akibat yang ditimbulkannya. 
Dari definisi-definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa literasi media membantu pengguna media untuk terhindar dari dampak negatif media yang bahkan tidak disadarinya. Dengan ini literasi media patut diterapkan pada siswa, mengingat fenomena game online sedang marak di lingkungan para pelajar. Warnet atau warung internet menjadi tempat yang mengubah mereka menjadi user. Tidak akan menjadi masalah ketika penggunaan internet oleh pelajar untuk keperluan pendidikannya atau sekedar menambah wawasan. Tetapi akan menjadi kacau dan memperihatinkan jika berjam-jam pelajar menghabiskan waktu dan uang saku untuk bermain game. Hal ini tidak menjadi masalah jika diimbangi dengan belajar, tetapi jika porsi bermain lebih banyak, maka hanya rasa malas yang tertinggal.

Orang tua menjadi penting peranannya dalam mengajarkan anak penggunaan media internet secara tepat. Banyak filter-filter yang dapat di download dan diaplikasikan agar anak dapat berinternet secara aman. Beberapa aplikasi filter internet untuk anak sudah diluncurkan, sebut saja Norton Online Family dan Ubuntu Muslim Edition. Kedua aplikasi ini mampu memblokir situs-situs tidak pantas yang dapat membahayakan perkembangan anak. Aplikasi seperti ini muncul juga tidak lepas dari upaya penyelamatan anak dari penggunaan media internet yang salah, seperti konten pornografi baik sengaja ataupun tidak. Kesadaran orang tua akan adanya aplikasi-aplikasi sejenis, merupakan upaya literasi media. Walau demikian, para pelajar juga penting untuk diajari semenjak dini.
Internet untuk Pelajar
Dengan uraian di atas, kita dapat melihat pentingnya pendidikan Literasi media untuk masyarakat terutama para pelajar. Literasi media dapat diterapkan untuk menghadapi media apapun termasuk internet. Dengan penanaman pendidikan ini, pelajar dapat diarahkan untuk berinternet secara aman dan bahkan menghasilkan karya melalui tulisan. Contohnya dengan membuat blog sendiri. Para pelajar dapat berlatih menulis sesuai dengan topik kesukaannya. Hal ini dapat mempertegas minat dan bakat pelajar serta melatih kreatifitas mereka dalam membuat lay out blog sendiri. Tulisan-tulisan dapat berupa opini pribadi hingga tulisan yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan kemampuan menulis yang terasah, maka kosa kata pelajar akan bertambah sehingga mereka tidak akan kikuk ketika berbicara di depan orang banyak. Kemampuan menulis juga melatih pelajar untuk mengatakan atau menuliskan apa yang mereka pikirkan. Sedangkan kolom comment dapat melatih sisi kritis sekaligus sisi kebijaksanaan untuk menerima kritik orang lain.
Beberapa manfaat internet bagi pelajar seperti dikutip dari http://www.anneahira.com/ manfaat-internet-bagi-pelajar.htm, antara lain:
1.      Membuat pelajar terbiasa dengan teknologi komputer dan informasi
2.      Sebagai bahan pelajaran dan pengayaan
3.      Memperluas wawasan dan
4.      Sarana komunikasi
Dengan demikian internet tidak selalu menonjolkan sisi negatifnya, tetapi juga perlu digali sisi positifnya bagi pelajar. Untuk itu pendidikan Literasi media menjadi penting sebagai fondasi mereka untuk menggunakan internet sesuai kebutuhan mereka sebagai pelajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar