Sabtu, 31 Maret 2012

Harajuku Style; Kreatifitas dan Pemberontakan

gambar: beritaunik.com
Jepang, dalam dunia fashion telah dikenal sebagai salah satu negara yang diperhitungkan. Style atau mode yang dikembangkan negeri sakura ini tergolong unik dan elegan. Walaupun kesan Western masih terlihat pada busana tertentu, contohnya pengunaan coat dengan long blazer style dan gaya victorian. Di dalam game fashion, Jojo's Fashion, model victorian yang diadaptasi pemuda pemudi Jepang, dinamakan dengan fashion Tokyo Street. Style ini merupakan campuran gaya individualist masyarakat Tokyo dengan gaya Barat dan tradisional. Tokyo Street umumnya memadukan unsur hip-hop, punk dan gothic.


Selain Tokyo Street yang diperkenalkan game Jojo's Fashion, salah satu style yang juga menjadi perhatian dunia mode adalah Harajuku Style. Harajuku merupakan style yang diperkenalkan anak muda Jepang yang masih berbasis di kota Tokyo distrik Harajuku. Lokasi Harajuku meliputi sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita, departemen store Laforet dan Gimnasium Nasional Yoyogi. 

Pada awalnya, para anak muda dan remaja seringkali berkumpul di taman Yoyogi dan kafe Omotesando. Namun setelah kafe tersebut tidak ada, maka para pemuda berkumpul di sepanjang jalan. Mereka berkumpul dengan menunjukkan hasil karya rancangan sendiri. Dari kreatifitas tersebut, maka muncullah banyak model-model pakaian yang tidak seperti biasanya namun sangat modis. 

gambar: amaragunawan.wordpress.com

Style Harajuku menjadi terkenal pada era 1980-an. Style ini mirip dengan Tokyo Street yang digambarkan Jojo' Fashion Game. Aspek gothic masih masuk dalam pilihan pemuda Harajuku. Selain itu, benturan budaya juga terjadi. Seperti memadukan busana tradisional Jepang dengan kreatifitas pemuda yang cenderung rebelian. Unsur busana anime (Coseplayer) juga kerap ditemukan. Keberanian dalam mengeksplor warna dan model pakaian, menjadi kreatifitas tersendiri pemuda Harajuku. Tak ayal tempat ini selain menjadi meeting point, juga menjadi tempat  yang banyak dikunjungi wisatawan.


gambar: beritaunik.com
Media berbahasa asing bahkan telah menggunakan istilah "Gadis Harajuku" untuk menggambarkan remaja yang berbalut busana Harajuku. Mode yang digunakan pemudi Harajuku dipengarungi oleh bentuk gaun dengan memberi sentuhan kreatif. Gaya yang dipopulerkan salah satunya ialah Kawaii. Style ini sangat populer pada era 1990-an. Kawaii menjadi suatu ungkapan populer yang diartikan sebagai sesuatu yang lucu atau cantik. Kawaii merepresentasikan perlawanan anak muda melalui busana. Ide dari style ini adalah untuk menunjukkan budaya yang berbeda dan terpisah dari budaya tradisional. Style ini menjadi genre bagi kelompok cyber punk untuk menunjukkan dirinya. Victorian style yang cenderung gothic dengan perpaduan warna-warna yang terang dan metalik. Namun, style seperti ini mulai meredup dan tidak sepopuler era 1990-an.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar